Sampai saat sambung Dedi, ini masih ada sejumlah anggota kelompok mereka yang sedang dalam pengejaran. Anggota yang lari tersebut memiliki kemampuan merakit bom.
“Mereka memiliki kemampuan untuk merakit bom. Belum bisa mengetahui apakah mereka membawa bom siap pakai, makanya Densus 88 kalau melakukan penangkapan harus sistem kejut, kalau tidak seperti kejadian Sibolga," jelas Dedi.
Seperti diketahui sudah delapan anggota JAD Lampung yang ditangkap, yakni RH dan M Bitung, S bekasi, AN bekasi, MC Tegal, MI Bekasi, IF Bekasi, T MD Bekasi.
(Awaludin)