“Souvenir yang ditampilkan di Festival Crossborder Keerom 2019 sangat lengkap. Semuanya menjadi representasi kekayaan budaya Papua. Jenisnya sangat banyak, termasuk lukisan dari kulit kayu. Noken memang khas Papua. Karya @Wadomu Art juga bisa diakses dari Festival Crossborder Skouw 2019 karena galeri mereka ada di Jayapura,” papar Kabid Area IV Pemasaran I Regional III Syukurni.
Menegaskan misi lingkungan, mereka menawarkan kerajinan Mahkota Papua bermotif Cenderawasih. Namun, Burung Cenderawasih dikembangkan secara imitasi. Memakai kain kaca asal Bali dengan bulu imitasi, Mahkota Papua ini tidak kalah dari aslinya. Bahkan, warnanya lebih cerah dengan mata burung terbuka. Identik dengan aslinya, karya ini tetap dibanderol tinggi hingga Rp3 Juta.
Dengan beragam karya unik dan kreatif, produk @Wadomu Art menyebar di beberapa daerah. Pasarnya di Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang. Produknya bahkan diminati wiatawan asal Italia dan Australia. Bila berminat silahkan datang ke galeri @Wadomu Art di Pasar Rakyat, Entrop, Jayapura Selatan. Bisa juga secara online melalui Instagram wadomu_art dan nomor 082198930558.
“Craft asal Papua memang sangat beragam dan unik. Dikembangkan dari limbah, @Wadomu Art sangat menginspirasi. Mereka juga mau membagikan pengetahuannya. Sembari memilih cenderamata, kita pun bisa belajar teknik pembuatan dan pengolahan bahan bakunya. Semoga ada banyak value yang didapat wisatawan bila berkunjung ke sana,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.
(Fahmi Firdaus )