"Kita harapkan dengan famtrip ini semakin membuat publik Jerman terbuka dengan keindahan Indonesia. Ini baru Joglosemar. Nanti di Bali mereka pasti akan sama terpukaunya," ujar Nia
Menteri Pariwisata Arief Yahya sendiri menilai fam trip ini juga menjadi momentum pembuktian. Melalui pemberitaan-pemberitaan para jurnalis, Indonesia seakan ingin menunjukkan bahwa kawasan Jogja, Solo, Semarang (Joglosemar) merupakan lokasi yang aman, nyaman, dan indah luar biasa
“Kita akan terus membangun industri pariwisata. Apalagi pasar Jeman ini sangan potensial dikembangkan. Apalagi secara 3A (Akses, Amenitas, Atraksi) Joglosemar dan Bali sudah sangat mumpuni," tuturnya.
Selain itu, Arief Yahya juga mengategorikan famtrip itu sebagai selling. Dalam framework BAS. Branding, advertising, selling menjadi salah satu rumus strategi promosi Kemenpar. "Famtrip, mendatangkan endorser pariwisata, pelaku bisnis pariwisata, media, itu penting untuk serangan udara, efektif mempengaruhi opini publik traveler. Itu sebabnya kita mengundang media Jerman berpengaruh untuk menulis dahsyatnya Wonderful Indonesia," kata Menpar Arief Yahya.
(Fahmi Firdaus )