Mahasiswa STPP dan Polbangtan Gowa Ramaikan Diskusi Petani Milenial

Herman Amiruddin, Jurnalis
Jum'at 17 Mei 2019 14:53 WIB
Diskusi soal petani melenial di Gowa (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)
Share :

GOWA - Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menggelar diskusi mengenai peran petani milenial dalam mendukung pembangunan pertanian. Diskusi tersebut diikuti oleh banyak mahasiswa dan menghadirkan narasumber sejumlah pengusaha yang sukses di bidang pertanian.

Bincang-bincang ini untuk memotivasi para mahasiswa sebagai generasi muda agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki untuk terus mendukung pembangunan pertanian di Indonesia.

Direktur Polbangtan Gowa, Syaifuddin mengatakan, Menteri Pertanian mendorong pemuda untuk berwirausaha khususnya di bidang pertanian. Pemerintahan mendorong karena sudah membangun jalan untuk pemuda berwirausaha.

"Mitra kerja kita di seluruh Indonesia sudah ada. Jadi perbedaan sekolah pertanian dengan pertanian di Polbangtan adalah menjadi kreator. Jadi tidak usah lagi bermimpi jadi PNS," kata Syaifuddin dalam diskusi itu.

 

Menurut dia, mindset pemuda saat ini mau bekerja apabila menjadi aparatur sipil negara (ASN, dahulu disebut PNS). Padahal, berwirausaha juga pekerjaan yang menjanjikan. Dia mencotohkan Nabi Daud pandai membuat besi, Nabi Nuh yang pandai membut perahu, Nabi Muhammad menciptakan pedang.

"Jadi kalau kita runut hampir semua nabi tidak ada yang menjadi PNS. Semuanya pengusaha," tutur Syaifuddin yang disambut tapuk tangan peserta diskusi.

Sementara itu, pengusaha Ariesman mengatakan, menjadi petani sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Padahal sektor petanian mampu meningkatkan pengahasilan.

"Jadi pengusaha bagaimana kita meningkatkan pendapatan," paparnya.

Ariesman juga berbagi pengalaman di bidang bisnis pertanian yang dijalaninya. Ia mengatakan ada beberapa aspek untuk menjadi pengusaha di bidang pertanian. Aspek pertama adalah membiasakan bertanya agar pengetahuan bertambah.

"Selanjutnya jangan malu menjadi petani. Umumnya kalau ditanya orang tua kita, apakah mau jadi petani. Pasti dijawab tidak," katanya.

Dalam diskusi itu hadir Kepala Pusdiktan Idha Widi Asranti, dan dari pengusaha ada Ariesman dan Mardiana.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya