Mantan Kapolres Jakut itu memastikan bahwa aparat keamanan dari TNI-Polri yang bertugas mengamankan jalannya aksi demonstrasi 21-22 Mei tidak ada yang dilengkapi dengan peluru tajam.
Dia juga membenarkan, adanya massa perusuh yang melakukan perusakan dan membakar mobil dinas milik Komandan Batalion Brimob. Dalam mobil itu, kata dia, terdapat peluru tajam.
"Tapi tidak dibagikan kepada personel keamanan. Kita menangani tahapan unjuk rasa, yang dikedepankan persuasif, humanis. Prinsipnya adalah Polri dalam unjuk rasa adalah proporsional," ujarnya.
Baca Juga: 98 Perusuh Aksi 22 Mei di Pontianak Positif Gunakan Narkoba
(Fiddy Anggriawan )