Pedagang kurma lainnya, Idil, mengatakan bahwa dampak Aksi 22 Mei tidak terlalu berpengaruh terhadap barang dagangannya. Lapak dagangan Idil persis di seberang Pasar Tanah Abang Blok B yang menjadi salah satu lokasi kericuhan.
"Pengaruhnya enggak terlalu karena saya cuma tutup dua hari pas rusuh itu kan Kamis dan Jumat, setelah itu saya buka," ceritanya.
Tetapi dirinya mengakui peristiwa tersebut memengaruhi pendapatan karena banyak pembeli yang takut datang ke Pasar Tanah Abang. "Sekarang kan sudah balik normal, jadi biasa saja," tukasnya.
(Hantoro)