WINA- Perpolitikan Austria baru saja diguncang oleh skandal korupsi terhadap Wakil Kanselir Heinz-Christian Strache yang disebut sebagai “Ibiza-gate”. Skandal yang terungkap melalui rekaman video sepanjang enam jam itu telah membuat Strache dan Kanselir Sebastian Kurz terdepak dari jabatan mereka.
Dalam video yang diambil di sebuah vila di Ibiza, Spanyol itu, Strache tampak mendiskusikan kemungkinan warga negara asing berinvestasi di sebuah surat kabar lokal sebagai ganti pemberitaan yang lebih mendukungnya.
Mantan wakil kepala Intelijen Jerman yang juga pernah menjabat sebagai diplomat, Rudolf Adam mengklaim bahwa skandal itu diatur oleh dinas intelijen Israel, Mossad.
Menulis untuk majalah politik Cicero, Adam berpendapat bahwa rencana untuk menjatuhkan Wakil Kanselir Heinz-Christian Strache dengan kebocoran video itu tidak mungkin direncanakan oleh Amerika Serikat, yang saat ini "sepenuhnya sibuk dengan Korea Utara, Iran dan China" .
Dia juga mengatakan bahwa Rusia tidak mungkin berada di balik “pembunuhan politik” terhadap Strache itu karena nyatanya mantan wakil Kanselir Austria itu mendorong hubungan yang lebih baik antara Austria dengan Rusia.
Dia menambahkan bahwa tidak ada dinas intelijen Eropa "yang bisa dan harus” sementara China dan negara-negara Arab tampaknya memiliki sedikit minat dalam politik domestik Austria.
"Yang tersisa adalah negara yang memiliki kapasitas manusia dan teknis untuk operasi semacam itu dan motif yang jelas: Israel," lanjutnya. Dia mengklaim pemecatan Strache dan Kurz sebagaimana dilansir Sputnik, Rabu (29/5/2019).