Ia menjelaskan, lone wolf adalah sebuah istilah bagi pelaku bom yang beraksi sendirian dan termotivasi secara individual. Pelaku bisa termotivasi karena media sosial maupun situs situs yang pro terhadap terorisme.
Menurut Ridlwan, ada empat ciri serangan itu dilakukan secara individual. Pertama, jenis bom yang sangat amatir atau memiliki kekuatan yang lemah. Kedua, pemilihan waktu untuk melakukan aksi itu yaitu tengah malam.
"Bahannya low explosive dari ramuan mercon, lalu diikatkan secara asal-asalan di perutnya. Pelaku bukan perakit bom yang berpengalaman. Pelaku ketakutan dan mencoba mencari waktu yang paling sepi," paparnya.
(Baca juga: Pemimpin ISIS Perintahkan Langsung Pengeboman di Pospam Kartosuro)