SEMARANG - Aksi terorisme yang menyasar aparat kepolisian dinilai berasal dari sel-sel ISIS yang tumbuh di Tanah Air. Mereka bergerak secara sporadis untuk menyampaikan pesan eksistensi sekaligus menebar teror di masyarakat.
"Pesan yang disampaikan di Banyumas itu adalah pesan pesan kepada kelompok lain bahwa kelompok di Banyumas sudah melakukan teror di Mako Brimob Purwokerto dengan penembakan," terang pengamat terorisme, Najahan Musyafak kepada Okezone, Kamis (6/6/2019).
"Siapa yang menembak itu juga tidak tahu. Siapa yang menjadi sasaran, bukan personal tapi institusi yaitu polisi. Sama seperti sekarang (Pospam Kartosuro) yang menjadi sasaran bukan personel tapi pos polisi, tidak peduli di situ ada yang jaga atau tidak, tapi tetap dia lakukan (teror bom). Kemudian pembakaran (pos polisi di Klaten)," tambahnya.
Baca: Pelaku Bom di Kartosuro Ditetapkan Terangka, Kapolda Jateng: Keluarganya Sempat Dipengaruhi
"Ini adalah sinyal-sinyal yang disampaikan secara sporadis di Banyumas, kemudian Klaten, kemudian Kartosuro. Itu adalah pesan-pesan yang disampaikan kelompoknya. Belum tentu pelaku di Banyumas itu kenal dengan di Klaten, kemudian Klaten dengan yang Kartosuro itu saling kenal, tapi ideologi yang diusung adalah sama," beber dia.