1001 Warung Kopi Jadi Potensi Wisata di Belitung Timur

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Minggu 16 Juni 2019 09:13 WIB
Foto: Kemenpar
Share :

BELITUNG TIMUR – Selain dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi, Belitung memiliki branding lain yaitu ‘1001 Warung Kopi’. Sebutan tersebut mengemuka lantaran banyaknya warung kopi yang menjamur di daerah ini, khususnya di wilayah Kabupaten Belitung Timur.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Belitung Timur, Evi Nardi mengatakan, minum kopi sudah menjadi tradisi atau semacam budaya yang lekat pada masyarakat Beltim. Meski awalnya minum kopi merupakan aktivitas harian pekerja tambang, namun kebiasaan tersebut akhirnya diikuti masyarakat setempat. Bahkan kemudian menjadi semacam identitas.

Padahal, lanjut Nardi, sejauh ini bahan baku kopi masih didatangkan dari luar daerah. Karenanya, ia mendorong masyarakat melalui dinas terkait untuk dapat menghasilkan sendiri produk kopi berkualitas yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat.

“Alhamdulillah, sekarang sudah ada yang mulai menanam kopi. Salah satunya di Desa Wilangan. Ini memang harus dimulai. Mau gak mau, suka gak suka, kita harus bisa menanam kopi sendiri. Karena produk kopi itu nantinya juga bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan,” ujarnya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Wisata Perkotaan di Guest Hotel Belitung Timur, Jumat (14/6).

Diakui Nardi, masih banyak pelaku pariwisata di Belitung Timur yang belum menggarap potensi 1001 Warung Kopi ini. Karenanya, ia berterimakasih pada Kementerian Pariwisata yang berkenan menggelar Bimtek di daerahnya. Ia berharap ada pencerahan bagaimana mengemas potensi tersebut, sehingga menjadi sesuatu yang menarik dan dapat mendatangkan wisatawan.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini menjelaskan, gagasan membangun wisata bisa muncul dari mana saja. Bukan hanya ‘memoles’ potensi alam yang memang sudah dianugerahkan Tuhan, tetapi bisa menggali dari segi budaya. Terlebih, budaya Indonesia sangat luar biasa. Dari sisi etnis sendiri, ada lebih dari tujuhratus suku bangsa yang tersebar di berbagai penjuru Tanah Air.

“Sejauh ini, budaya menjadi daya tarik utama wisatawan mancanega datang ke Indonesia. Tak salah jika ada anggapan bahwa semakin dilestarikan, maka budaya akan semakin menyejahterakan,” terangnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya