Uang itu diakui Iwan untuk pembelian senjata laras pendek dua pucuk dan laras panjang dua pucuk. Uang Rp150 juta itu berbentuk dolar Singapura.
Kesaksian Iwan itu dibantah mentah-mentah oleh Kivlan. Kivlan mengaku memberi uang hanya untuk akomodasi demontrasi antikomunis atau supersemar bukan seperti yang diceritakan Iwan yakni untuk membeli senjata.
Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya hari ini mengagendakan konfrontasi antara Kivla Zen, Habil Marati dan sejumlah saksi-saksi. "Betul ini, ada agendanya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada Okezone.
Baca Juga: Wiranto Sudah Maafkan Kivlan Zen
(Arief Setyadi )