Rizki mengungkapkan, TO yang hadir pada setiap promosi pariwisata tahunan ini merupakan travel agent luar negeri yang membawa puluhan ribu wisatawan ke Bali.
"Sehingga BBTF tempat yang tepat bagi industri pariwisata Bali dan sekitarnya untuk mempromosikan produk wisatanya. Karena yang hadir memang pembeli atau TO yang potensial," kata Rizki.
Hal senada dikatakan Asisten Depduti Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenar Muh. Ricky Fauziyani. BBTF menguraikan komitmen pemerintah untuk menempatkan Pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi di banyak tujuan baru di Indonesia.
Bali sebagai pusat kegiatan untuk memamerkan, dan perhatian diarahkan ke-4 destinasi baru sebagai prioritas. Ada Mandalika di Pulau Lombok, Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, dan Komodo Labuan Bajo di Flores yang sudah siap dengan infrastruktur, aksesibilitas, atraksi, fasilitas, dan sumber daya manusia.
"Oleh karena itu setelah acara BBTF berakhir nanti, semua buyers dan sellers akan diajak untuk mengikuti kegiatan Post-Tour dengan beberapa pilihan destinasi," ujar Ricky.
Dari sisi pariwisata digital, tren teknologi yang berkembang sangat pesat saat ini diyakini akan memberikan pengaruh besar dalam dunia pariwisata Indonesia di masa depan. Sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan era digital saat ini, BBTF menggunakan pendaftaran, basis data, dan kehadiran dalam sistem berbasis cloud sehingga semua peserta, baik pembeli dan penjual, dapat melakukan transaksi bisnis sesuai dengan jadwal mereka.