Guru juga bisa mensosialisasikan obyek-obyek wisata yang dikunjunginya kepada siswa, dan komunitas mereka. Entah komunitas PKK, pengajian, medsos dan lain-lain. "Jadi bentuklah komunitas yang memang bermanfaat di grup wa dan medsos. Jangan buat komunitas yang mengada-ada ga penting," kata Ramli..
Selain itu, guru juga bisa memberikan wawasan ke siswa tentang bisnis pariwisata yang menjanjikan. "Dari data tahun 2016, dari 707600 tenaga pariwisata yang dibutuhkan baru tersedot 82 171. Jadi masih kurang 625,425. Ini peluang yang sangat besar untuk diisi," kata Ramli.
Sementara Kasi Pemberdayaan dan Tata Kelola Destinasi Dinas Pariwisata Jawa Timur, Sai'in mengatakan peran guru tak hanya di kelas tapi juga pengajar di luar kelas. "Peran guru sangat penting bagi generasi milenial karena mereka ini yang menangani generasi milenial saat ini. Generasi milenial butuh penanaman akan cinta negeri. Kita tanamkan mereka untuk mencintai alam, budaya dan destinasi pariwisata Indonesia yang akhirnya mencintai negeri sendiri," ujar Sai'in.
Sai'in mengatakan Jawa Timur sendiri memiiliki 808 destinasi wisata. Unsur budaya yang terbanyak yakni 42,6% termasuk desa wisata. "Budaya ini termasuk kerajinan, cara bercocok tanam dan desa wisata," kata Sai'in. Untuk alam, kata Sai'in 32,8% dan buatan 24,6%.
Di sisi lain Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani secara terpisah mengatakan, lebih dari enam dekade pariwisata menjadi sektor tercepat dalam aktivitas ekonomi dunia. Namun demikian, membangun sektor pariwisata tidak bisa dilakukan hanya oleh Kemenpar saja. Dalam pengembangan SDM Kepariwisataan misalnya, dibutuhkan juga kolaborasi dan koordinasi atas segala unsur. Meliputi akademisi, pelaku bisnis, pemerintah pusat dan daerah, serta komunitas pariwisata dan media.
“Program ini kami gelar dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan wawasan SDM pariwisata. Khususnya yang ada di kawasan-kawasan potensial seperti Surabaya. Dari kegiatan ini, kami berharap akan muncul kader-kader pariwisata yang bisa berpartisipasi dalam mengembangkan wisata berkelanjutan,” ujarnya.