Rintangan Perempuan Lolos ke Parlemen

Salman Mardira, Jurnalis
Kamis 20 Juni 2019 12:15 WIB
Ruang sidang DPR RI (Dok Okezone)
Share :

Beberapa caleg perempuan dari partai baru seperti PSI dan Perindo dinilai potensial lolos, tapi terganjal suara partai yang tak sampai 4 persen.

Dari 16 partai politik nasional peserta Pemilu 2019, hanya sembilan yang bisa mengirimkan wakilnya ke parlemen.

PDIP di peringkat pertama dengan 27.053.961 suara atau 19,33 persen. Disusul Gerindra 17.594.839 (12,57 persen), Golkar 17.229.789 suara (12,31 persen), PKB 13.570.097 suara (9,69 persen), Nasdem 12.661.792 suara (9,05 persen), PKS 11.493.663 suara (8,21 persen), Demokrat 10.876.507 suara (7,77 persen), PAN 9.572.623 suara (6,84 persen) dan PPP 6.323.147 suara (4,52 persen).

Tujuh lagi gagal yakni Perindo 3.738.320 suara (2,67 persen), Berkarya 2.929.495 (2,09 persen), PSI 2.650.361 (1,89 persen), Hanura 2.161.507 (1,54 persen), PBB 1.099.848 (0,79 persen), Garuda 702.536 (0,50 persen) dan PKPI 312.775 (0,22 persen).

Keterpilihan perempuan

Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) mencatat, jumlah caleg perempuan terpilih jadi anggota DPR RI di Pemilu 2019 mencapai 20,5 persen, naik 3 persen dari periode sebelumnya.

Direktur Eksekutif Puskapol UI, Aditya Perdana mengatakan, ini capaian tertinggi sejak 2004. “Diperkirakan perolehan caleg perempuan terpilih mencapai 118 kursi,” katanya.

Aksi peduli perempuan (Okezone)

Jumlah caleg perempuan di Pemilu 2019 sebanyak 3.194 orang, dari 7.968 total caleg yang mendaftar. Ini terbanyak sebanyak sejarah. Mereka bersaing untuk 575 kursi DPR RI.

Raihan 20,5 persen kursi signifikan dibandingkan periode 2014-2019 yang hanya 97 perempuan atau 17,32 persen dari total 560 anggota DPR. Pada 2009-2014, ada 100 perempuan jadi anggota parlemen.

Paling banyak meloloskan caleg perempuan adalah Nasdem. Mereka menggolkan 19 perempuan atau 32,2 persen dari total 59 calon, partai pertama yang tembus 30 persen sejak pertama kali kebijakan afirmasi diberlakukan.

PPP meloloskan 26,3 persen caleg perempuan. Golkar 21,2 persen, PKB 20,7 persen, PDI Perjuangan 20,3 persen, Demokrat 18,5 persen, Gerindra 18,4 persen. PAN dan PKS masing-masing 16 persen.

Meski belum memenuhi target 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen, Pangi Chaniago menilai, hasil pemilu ini lebih baik.

“Ini bagus sebetulnya dari angka afirmatif action 30 persen caleg perempuan, artinya dari tiga caleg satu harus perempuan, yang lolos 20,5 persen. Ini sudah sinyal positif dan relatif bagus,” katanya.

Pemilih memberikan suara di Pemilu 2019 (Reuters)

Menurut Aditya, 53 persen caleg terpilih perempuan berlatar belakang aktivis partai politik atau berpengalaman ikut pemilu. 41 persen diindikasikan memiliki afiliasi kekerabatan politik seperti keluarga, dinasti ataupun klan.

“Namun demikian, pengurus partai yang juga memiliki keluarga politik juga menguatkan keterpilihan mereka,” katanya.

Sekira 6 persen berasal dari kalangan profesional yang baru pertama kali ikut pemilu.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya