"Media bertanya apakah serangan siber terhadap Iran itu benar," katanya. "Tahun lalu kami menetralkan 33 juta serangan dengan firewall nasional."
Azari Jahromi menyebut serangan terhadap jaringan komputer Iran sebagai “terorisme siber” (cyber-terrorism). Pernyataan Jahromi merujuk pada Stuxnet, virus komputer yang diyakini banyak dikembangkan oleh AS dan Israel, yang ditemukan pada 2010 setelah digunakan untuk menyerang fasilitas pengayaan uranium di Kota Natanz, Iran.
Amerika Serikat juga menuduh Iran telah meningkatkan serangan siber.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, mengatakan bahwa sistem pertahanan dunia maya Iran kuat, dan bahwa Iran dapat secara legal mengejar agresi semacam itu di pengadilan internasional.
Dikutip kantor berita ISNA, Mousavi mengatakan bahwa Teheran menyambut baik “penurunan ketegangan” di kawasan tersebut.