Dijelaskannya, dengan kondisi seperti ini Festival Teluk Jailolo lebih fokus ke peningkatan wisatawan nusantara.
“Kita tidak mungkin berharap banyak buat wisatawan mancanegara. Karena kondisinya memang berat. Tetapi, kita mencoba menghadirkan beberapa event seperti Jailolo International Photo Weeks yang pesertanya berasal dari mancanegara. Ada juga fun dive. Ini kegiatan yang digemari wisatawan mancanegara,” ujar Fenny.
Dijelaskannya, rata-rata length of stay wisatawan saat ada Festival Teluk Jailolo sekitar 3 hari. Dengan rata-rata spendingnya sekitar 1 juta/perhari.
“Kita memiliki keuntungan. Disaat harga tiket pesawat sedang mahal, event ini digelar saat anak-anak sedang libur sekolah. Untuk stay, rata-rata para wisatawan yang hadir saat Festival Teluk Jailolo berlangsung adalah 3 hari. Spending mereka rata-rata 1 hari,” paparnya.
Sejak hari pertama, pelaksanaan Festival Teluk Jailolo memang tidak pernah mengendorkan tensinya. Berbagai event seru digelar. Seperti ritual Sigofi Ngolo, Live Cooking dengan Chef Ragil, jaauan makan adat Orom Sasadu, dan lainnya.
Menurut Ketua Tim Pelaksana Calender of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty, Festival Teluk Jailolo 2019 sangat padat agenda.