PETALING JAYA - Dua merek air kemasan asal Malaysia telah ditarik dari rak-rak setelah beberapa sampel ditemukan terkontaminasi bakteri yang biasa ditemukan dalam kotoran, tanah dan air limbah.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa merek Starfresh dan Waterfuns ditemukan mengandung pseudomonas aeruginosa, yang bertentangan dengan Undang-Undang Pangan 1983 dan Peraturan Undang-Undang Pangan 1985.
Produk yang ditarik adalah botol 500ml dan 1500 ml dengan tanggal kedaluwarsa 11 Mei 2021 dan 13 Mei 2021.
Kementerian juga mengatakan kepada perusahaan untuk menarik kembali produk-produknya dan lisensi perusahaan ditangguhkan pada Jumat (28/6).
Baca: 20 Ribu Siswa Diliburkan Dampak Polusi Udara di Pasir Gudang Malaysia
Baca: Pria yang Terekam dalam Video Seks Sesama Jenis Menteri Malaysia Akui Perbuatannya
Perusahaan juga mengatakan akan secara sukarela menarik kembali merek lain yang diproduksi, yaitu Iceberg, Sukahati, Rofina, Dixy Green dan Dixy Blue.
"Kementerian ingin memberi saran kepada mereka yang telah membeli air botolan dengan merek dan tanggal kadaluwarsa untuk tidak mengonsumsinya," kata direktur jendralnya Datuk Dr Noor Hisham Abdullah dalam sebuah pernyataan, mengutip The Star, Senin (1/7/2019).
Pada Sabtu (29/6), Badan Makanan Singapura (SFA) mencatat bahwa impor semua air minum kemasan dan air mineral dari pabrik tidak diizinkan dengan efek langsung, setelah terdeteksi mengandung bakteri pseudomonas aeruginosa untuk kedua kalinya.
(Rachmat Fahzry)