Batik Sepiak Belitung Mencuri Perhatian di Titik Temu 2019

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Selasa 02 Juli 2019 10:02 WIB
Foto: dok Kemenpar
Share :

BELITUNG – Ada satu hal yang menarik perhatian selama event Titik Temu Belitung 2019. Yaitu, Batik Sepiak. Batik ini bisa dengan mudah dijumpai bila kita berkunjung ke Belitung. Corak yang berada di Batik Sepiak, menjadi representasi kekayaan alam di Belitung.

“Belitung memiliki banyak memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Alam dan budayanya eksotis. Hal ini juga terlihat dari corak batik khas Belitung. Sama seperti daerah lainnya, Belitung juga memiliki corak khas batiknya sendiri,” ungkap Bupati Belitung Sahani Saleh, Minggu (30/6).

Batik Sepiak dirintis mulai 2010 dengan label awal Rumah Batik. Waktu itu, coraknya masih didominasi sentuhan Jawa. Setahun berikutnya, inovasi besar dilakukan. Corak lokal dengan obyek Daun Simpor mulai diterapkan 2011. Pemilihan Daun Simpor sebagai motif karena mengacu tradisi. Daun Simpor ini lekat dengan keseharian masyarakat Belitung. Flora tersebut kerap digunakan sebagai pembungkus.

“Batik Sepiak menjadi cinderamata para wisatawan yang berkunjung ke Belitung. Motifnya memang sangat khas. Mencirikan budaya dan kebiasaan masyarakat Belitung. Inspirasinya tetap diambil dari alam sekitar di sini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Hermanto.

Batik Sepiak lalu didaftarkan sebagai hak cipta pada 2013. Seiring waktu, beragam motif batik khas Belitung pun muncul. Selain Daun Simpor, ada juga motif Kantong Semar. Familiar juga sebagai Ketuyut atau Ketakong, motif tersebut sebagai representasi kekayaan Belitung. Motif lainnya adalah Keremunting yang merupakan buah hutan dan kerap dinikmati masyarakat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya