Beruntungnya, komandan satuan yang tertembak panah beracun itu tidak sempat menembus badannya. Mengingat, dalam proses penjagaan polisi mengenakan rompi anti peluru yang cukup tebal.
"Melihat komandannya diserang maka Karena itu secara spontan anggota melakukan pencarian siapa yang melakukan tindakan tersebut," ujar Dedi.
Baca juga: Polisi Sebut 2 Korban Kerusuhan 21-22 Mei Tewas Ditembak dari Jarak Dekat
Kendati begitu, pelaku yang menembakan panah sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian saat ini. Pelaku sendiri bernama Andri alias Bibir dan Markus.