"Polres sudah menyita alat bukti jamu dan alat-alatnya, keterangan saksi. Kini sudah ditingkatkan ke penyidikan. Prosesnya masih berlangsung," ungkap Dicky kepada Solopos.com.
Berdasarkan pantauan Solopos.com, perwakilan PT Krishna Alam Sejahtera telah berupaya mengoordinir sejumlah orang yang datang. Jumlah kerugian para mitra perusahaan tersebut pun sudah didata.
Hingga Jumat (12/7/2019) sekitar pukul 11.00 WIB, beberapa orang masih berdatangan di kantor PT Krishna Alam Sejahtera Klaten. Mereka datang silih berganti dengan tujuan yang sama.
(Amril Amarullah (Okezone))