JAKARTA - Mantan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menganggap wajar kritikan Persaudaraan Alumni (PA) 212 terkait pertemuan Ketum Gerindra dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Saya pikir kritik, tidak sepakat, wajar saja, dan Pak Prabowo sangat terbuka dengan kritik dari siapa saja," kata Dahnil kepada Okezone, Sabtu (13/7/2019).
Sebelumnya, Presiden Jokowi bertemu dengan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pasca-tahapan Pilpres 2019 berakhir. Kedua tokoh tersebut bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan hingga melanjutkan makan siang bersama di sebuah restoran di Senayan, pada Sabtu, 13 Juli 2019.
Baca Juga: PA 212 Bakal Gelar Ijtima Ulama 4 Tentukan Sikap Pasca-Pertemuan Jokowi-Prabowo
Pertemuan tersebut syarat terbukanya rekonsiliasi antara Prabowo dengan Jokowi yang sempat 'panas di Pilpres 2019. Bahkan, Jokowi sudah menyatakan akan merundingkan kembali dengan Koalisi Indonesia Kerja kemungkinan Gerindra bergabung dengan pemerintah.
Pertemuan antara Prabowo dan Jokowi tersebut pun dikritisi oleh PA 212. Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan restu kepada Prabowo untuk bertemu dengan Jokowi. Novel menduga pertemuan itu didorong oleh kepentingan segelintir orang dekat Prabowo.
"Setahu saya kami dari PA 212 tidak memberikan dukungan atau rekomendasi untuk Prabowo dan Jokowi bertemu karena kami masih menjaga amanat umat," kata Novel.
(Angkasa Yudhistira)