Tegar Riyanto, salah satunya, menurut alumni SMP Negeri Sapuran Wonosobo ini suasana makan pagi menjadi keunikan pertama yang dirasakannya. Ia harus berbaris rapi bersama kelompoknya, kemudian duduk tegap menghadap lauk di meja makan.
Dan ternyata tidak boleh asal ambil makanan. Pimpinan regu harus laporan dulu pada perwira bahwa anggotanya sudah lengkap, kemudian berdoa. Ketika laporan mau makan, ada ketentuan menggunakan tiga Bahasa. Senin dan Selasa Bahasa Inggris, Rabu Kamis Bahasa Jawa, Jumat dan Sabtu Bahasa Indonesia.
"Paling unik dan agak aneh ketika tahu ada aturan saling membantu menghabiskan makanan, kalau ada satu teman yang tidak habis. Ini sebagai bentuk saling membantu," katanya.
Wakil Kepala SMK Negeri Jateng Bidang Humas Suyoto mengatakan, sebanyak 120 siswa baru merupakan hasil seleksi dari ribuan pendaftar. Selain seleksi administratif, ada juga kunjungan ke rumah siswa untuk verifikasi data.
Dijelaskannya, para siswa datang ke asrama pada Minggu (14/7/2019) pagi. Meski belum ada kegiatan belajar mengajar, para siswa yang datang kemarin diberikan pengarahan tentang aturan di sekolah, di asrama, serta pembagian kamar atau barak.