Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung, mengatakan, Brunei Darussalam dan Indonesia mempunyai kedekatan secara geografis dan budaya. Faktor ini patut diperhitungkan. Karena, menjadikan Brunei sebagai salah satu market potensial bagi Indonesia di Kawasan ASEAN.
“Indonesia diuntungkan dengan 3 direct flight maskapai Royal Brunei Airlines (RBA) dari Brunei ke Indonesia yaitu ke Jakarta, Surabaya dan Bali. Wisatawan Brunei ke Indonesia didominasi oleh transportasi udara sebesar 58.30%, disusul dengan transportasi darat sebesar 41% dan transportasi laut sebesar 0.70%” kata Adella Raung.
Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono menambahkan, kunjungan wisatawan asal Brunei cukup besar.
“Data yang kita dapat, terdapat 17.279 wisatawan Brunei yang berlibur ke Indonesia pada tahun 2018. Spending per Visit wisatawan Brunei Darussalam ke Indonesia juga masih tetap tinggi yaitu sekitar USD 986,05,” papar Sapto.
Dijelaskannya, Indonesia dan Brunei bisa saling mengisi dalam mengembangkan Tourism Industry. Apalagi, pariwisata merupakan investasi terbesar nomor 2 di Brunei Darussalam, setelah minyak bumi dan gas.