Saat ini kepolisian mendalami motif dibalik pemarangan tersebut. Namun demikian dari kejadian itu diduga karena masalah hutang. Dimana anak pelaku bernama Larente meminjam uang senilai Rp5 juta ke keponakan korban bernama Kahar.
"Dari situlah saat terjadi penagihan dilakukan korban hingga terjadi cekcok di telepon. Pelaku tak terima dengan nada kasar dilontarkan korban yang mendatanginya bersama dua rekannya," jelas Nico menirukan keterangan pelaku.
Dia melanjutkan, saat pelaku didatangi oleh korban yang melontarkan nada kasar. Pelaku pun naik pitam. Ia lalu langsung menyerang korban dengan mengayunkan sebilah parang yang digenggamnya itu ke tubuh korban.
"Sekali parang diayunkan pelaku ke tubuh bagian belakang korban. Lalu korban jatuh dalam kondisi bersimbah darah," kata Nico.