Untuk menyediakan benih tersebut, Kementan menyiapkan minimal 50 untuk pengembangan kebun sumber benih (nursery). Kapasitas 50 nursery tersebut mencapai 200 juta batang, sehingga harus menggandeng produsen dan penangkat benih berstandar ISO 9001;2015 sebagai mintra strategis untuk menyediakan 300 juta batang lainnya.
"Dengan demikian, keuntungannya adalah benih yang dihasilkan bisa dikontrol secara kualitas. Kebun sumber benih juga tidak perlu khawatir mengenai pasar, karena akan dibagikan gratis oleh pemerintah baik untuk replanting, rehabilitasi, maupun ekspansi," jelas Kasdi.
Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran yang hadir dalam peluncuran tersebut menyatakan apresiasi kepada Menteri Amran atas perhatiannya kepada Kalimantan Tengah. Ia pun menyambut program baik tersebut dan berkomitmen menyediakan lahan untuk beberap komoditas unggulan.
"Kalteng merupakan Provinsi terluas setelah Papua, sehingga sangat potensial untuk pengembangan pertanian. Di bagian timur Kalteng misalnya, sangat cocok untuk dikembangkan kakao dan kopi," ujar Sugianto yang pada kesempatan tersebut menerima distribusi 70 truk atau 780 batang benih unggulan seperti kopi, kakao, dan kelapa dalam untuk petani di wilayahnya.
(Fahmi Firdaus )