Selain belum dilakukannya olah tempat kejadian perkara (TKP), kurangnya bantuan dari rekaman CCTV dan terbatas informasi dari keluarga Reza menjadi kendala terhambatnya proses penyelidikan.
“Udah ketemu keluarganya, tapi keluarganya miskin informasi. Mereka gak terlalu tahu gimana Reza pada waktu itu, kok bisa ada di situ. Misalnya, dengan siapa keluarganya juga gak tau, jadi emang agak sulit melacaknya,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra yang menurutnya dari sembilan korban tewas hanya kasus Reza yang belum selesai diselidiki. “Reza yang masih harus dijalani lagi, itu yang penting hari ini,” kata Kombes Pol Asep Adi Saputra.
Mengenai delapan korban tewas lainnya, Polri sudah menemukan bahwa korban memang ada di TKP dan melakukan hal-hal yang diduga menjadi bagian dari kericuhan pada 22 Mei.