Untuk pengoperasian hujan buatan tersebut akan dilakukan berdasarkan prediksi cuaca kemarau. BMKG sendiri memperkirakan kalau musim kemarau akan mencapai puncaknya dari Agustus hingga September.
"Jadi, kita operasinya, BMKG kan memprediksi puncaknya Agustus sampai September. Jadi, kita untuk tahap pertama kita akan melakukan operasi sampai September. Jadi, Juli-Agustus-September," ujar Agus.
Dari prediksi puncak kemarau hanya sampai September, maka Oktober diharapkan mulai ada hujan sedikit-sedikit sehingga tidak perlu lagi ada hujan buatan.
Baca Juga: Musim Kemarau, Warga Sragen Gali Bebatuan di Sungai Kering Cari Air Bersih
(Arief Setyadi )