Kemenpar Perkenalkan 3 Motif Tenun TTU di Konser Musik Kefamenanu

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Rabu 24 Juli 2019 09:55 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya/ dok Kemenpar
Share :

"Silahkan mengeksplorasi tenunnya. Lalu, pastikan tenun khas TTU ini menjadi cenderamata saat berkunjung ke Konser Musik Crossborder Kefamenanu 2019,” terang Ricky.

Untuk motif Ikat sedikit lebih rumit. Ada beberapa motif yang ditawarkan. Selain itu, proses produksinya memakan durasi waktu lebih lama 2 pekan. Peralatan yang digunakan hanya berupa kayu dan bambu. Dan, harganya melambung sekitar Rp750 ribu.

Lalu, bagaimana dengan motif Buna? Motif Buna terkenal karena indah dan pembuatannya paling rumit. Menariknya, tidak semua penenun di TTU bisa menghasilkan motif tersebut. Buna memiliki warna dasar hitam.

Berikutnya, dilakukanlah penyulaman dengan menggunakan benang berbeda warna. Tujuannya, agar simbol atau corak menjadi dominan. Obyek coraknya berupa binatang, bunga, dan kotak-kotak.

Lebih spesifik, motif dan warna Buna menunjukan suku pada beberapa wilayah di TTU. Mereka kerap menyebutnya dengan istilah Hitu, Taboy, Saijao, dan Banusu. Untuk corak Hitu biasanya ditandai oleh kotak putih pada sisi terdalam, lalu Taboy sebagai representasi kotak dengan warna biru. Merah menjadi simbol Saijao dan Banusu menjadi kotak pada lingkaran terluar dari motif.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya