TKW Ilegal Asal Lombok Dianiaya di Arab Saudi

Muzakir, Jurnalis
Sabtu 27 Juli 2019 08:31 WIB
Keluarga saat menunjukan foto kondisi Sri di Arab Saudi (foto: ist)
Share :

 

Sebelum berangkat, ia sebagai bapaknya ingin mencarikan tekong yang lebih bertanggung jawab. Sebab ia menaruh curiga, lantaran sebelumnya anaknya diberangkatkan tidak ada pelatihan sama sekali. Disamping, kondisi anaknya masih kecil.

Akhirnya ia mengizinkan anaknya berangkat. Sri pun berangkat dari rumah majikannya di Loteng. Pihak keluarga sendiri tidak tahu lewat perusahaan apa dia berangkat, karena pihak tekong tidak memberitahu pihak keluarga. Saat berangkat pun pihak keluarga tidak mengantar, karena tidak diberitahu saat keberangkatan.

Sebulan setelah tiba di Arab Saudi barulah Sri mengontak keluarga, itupun nomor telepon yang dipakai milik bosnya. Setelah bekerja disana, Sri tidak pernah berani memberitahu dimana dia bekerja. Setelah tiga bulan disana, persisnya tanggal 29 Mei 2018 Sri mengirim uang ke keluarga Rp10 juta lebih. Berikutnya Tanggal 13 juli 2018, Sri kembali mengirim uang Rp11 juta lebih. Setelah dua kali mengirim uang, Sri tidak pernah lagi mengirim uang. Bahkan terakhir kontak dengan keluarga tanggal 16 desember tahun lalu.

"Kami tidak pernah dikontak, lalu sekitar tiga bulan lalu (sebelum puasa) kami mendapatkan informasi kalau anak kami diperlakukan kasar (Dianiaya) di Arab Saudi. Dia dianiaya dengan cara rambutnya dijambak, dicambuk dan disiram air panas," jelas dia.

Setelah memberitahu tentang penganiayaan dialaminya, praktis Sri pun tidak pernah nelpon lagi. Karena pihak majikan melarang sri menelpon. Mendengar kabar anaknya dianiaya, pihak keluarga berupaya mencari tahu dan melapor ke pihak terkait. Beberapa waktu pihak tekong mendatangi keluarga dan berjanji akan menanyakan kondisi Sri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya