MALANG - Maraknya kebakaran lahan hutan di beberapa gunung di Jawa Timur, menurut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak telah mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Hal ini disampaikannya di sela - sela acara Konferensi Wilayah Ansor Jawa Timur di Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang, Minggu siang (28/7/2019).
Dirinya juga mengatakan pihak BPBD Jawa Timur telah melakukan identifikasi hotspot atau titik api yang rawan muncul di Jawa Timur. Mantan Bupati Trenggalek ini juga meminta seluruh komponen di Jawa Timur telah bersiap manakala ada kebakaran lahan dan hutan.
"BPBD telah melakukan asesment hotspot titik-titik api di Jawa Timur. Kita ada teknologi yang memberi tahu lokasi titik api," tambahnya.
Ia meminta seluruh komponen di Jawa Timur harus bersiap manakala terjadi kebakaran hutan di tengah musim kemarau yang panjang.
"Mari kita lebih awas dan hati-hati, saya pikir semua pihak siap bergerak cepat manakala terjadi hal seperti itu. Bahayanya di musim kemarau bisa cepat menyebar (api), ini yang masih kita cari solusinya," tuturnya.
Sebagai informasi, setidaknya sudah tiga lahan hutan gunung di Jawa Timur terbakar. Kebakaran terparah terjadi pada kawasan lahan hutan di Gunung Panderman seluas 70 hektar.
Baca Juga: Hutan Rakyat Gunung Arjuna Terbakar, 50 Pendaki Masih Berada di Atas
Baca Juga: Pengacara Pertanyakan Pencekalan Habib Rizieq
Tak berselang lama kawasan hutan di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Ngaliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, pada Senin malam 22 Juli 2019.
Tebaru, kebakaran lahan hutan terjadi di kawasan Gunung Arjuna, sisi selatan yang masuk wilayah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Minggu pagi ini.
(Angkasa Yudhistira)