Potret Kemiskinan di Balik Kemajuan Kota Pontianak

Ade Putra, Jurnalis
Kamis 01 Agustus 2019 16:42 WIB
Warga Pontianak Kalimantan Barat (Foto: Ade/okezone)
Share :

PONTIANAK - Di tengah kemajuan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, ternyata masih ada rumah yang tak layak huni. Boleh dibilang semacam gubuk. Rumah itu, terletak di permukiman padat di Gang Pelangi, Jalan Johar, Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota.

Dari luar gang, permukiman di sana tampak sudah lebih maju dan rapi. Terdapat rumah-rumah berdiri kokoh. Baik pembangunan mandiri maupun bantuan dari pemerintah. Namun tak disangka, di tengah-tengahnya masih terdapat rumah tak berdinding.

Okezone sempat mendatangi rumah berbahan papan yang sudah reyot itu, Rabu 31 Juli 2019. Di rumah itu, terdapat Ria Rizki Utami yang sedang diasuh ibunya, Supardini. Perempuan berusia 23 tahun itu merupakan gadis penyandang difabel atau disabilitas yang melewati hari-harinya bersama sang ibu di rumah tersebut.

Dari percakapan bersama Supardini, diketahui sejak tahun 2002, dia sudah menempati rumah peninggalan mertuanya. Kala itu, hanya dia dan suaminya, Ismail yang tinggal disana. Sementara, Ria diasuh adiknya Supardini karena sering sakit-sakitan sejak bayi. Demam panas tinggi yang berujung step dan kejang-kejang serta asma.

"Kami sebelumnya tinggal di Paris 2 (Parit Haji Husein 2, Pontianak Tenggara) tempat adik," cerita Supardini, kemarin.

Baca Juga: Reydonnyzar Moenek Berharap IKPS Bantu Tekan Kemiskinan di Pesisir Selatan

Selama menjalani hidup, ia hanya mengandalkan pendapatan sang suami dari hasil keringat sebagai buruh harian lepas. Pada 2010, karena Ria sudah beranjak remaja, dia kembali diasuh oleh Supardini dan Ismail.

Supardini kemudian ditinggal Ismail untuk selama-lamanya pada 2014 lalu. Sejak itulah beban hidup Supardini semakin bertambah. Untuk bertahan hidup, dia dan anak semata wayangnya mengandalkan belas kasihan keluarga dan tetangga.

Karena, tak ada lagi yang memenuhi kebutuhan mereka. Supardini tak bisa bekerja. Selain karena faktor usia, anak kesayangannya juga tidak bisa ditinggalkan.

"Jadinya kami hanya mengandalkan belas kasihan tetangga dan keluarga untuk hidup sehari-hari," ucap perempuan yang berusia 70 tahun itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya