Dukung Acara KBRI, Kemenpar Sukses Unjuk Gigi di Indonesia-Russia Business Forum

, Jurnalis
Jum'at 02 Agustus 2019 07:30 WIB
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar, Nia Niscaya (Foto: Kemenpar)
Share :

MOSKOW - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berhasil unjuk gigi di kegiatan Forum Bisnis Indonesia-Rusia yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow pada Kamis 1 Agustus 2019. Kegiatan yang berlangsung di Ritz Carlton Hotel Moskow ini mengangkat tema ‘Menuju Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia: Menjembatani Kolaborasi yang Bermanfaat Melalui Pariwisata, Perdagangan, dan Investasi’.

Adalah Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya. Wanita berhijab itu sukses memukau ratusan pengunjung yang hadir dengan paparan dan sambutannya. Kata Nia, Kemenpar di bawah komando Arief Yahya sudah terus menjawab tantangan yang diberikan. Sejumlah target pun ditetapkan, salah satunya pasar Rusia yang terus meningkat dengan baik. Dari tahun ke tahun, jumlah kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia menunjukkan grafik kenaikan yang positif. Pada tahun 2017 jumlah kunjungan wisman Rusia mencapai 110.529, dan pada tahun 2018 mencapai 125.697.

“Upaya promosi akan terus kita lakukan secara berkelanjutan. Terlebih, kita punya target kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia sebesar 160.000 orang sepanjang tahun 2019. Dengan acara ini semoga terus bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke tanah air kita," kata Nia Niscaya.

Nia juga membeberkan konsep promosi yang dilakukan Kemenpar di bawah kepemimpinan Arief Yahya sangat mengalami kemajuan pesat. Kemenpar membagi strateginya dalam tiga batasan besar yakni Ordinary, Extra Ordinary dan Super Extra Ordinary. Program Ordinary telah dijalankan dibeberapa tahun sebelumnya, yakni Branding, Advertiing dan Selling. Sementara, program Extra Ordinary dan Super Extra Ordinary sedang dijalankan, yakni Incentive (Airlines); Hot Deals; Competing Destination Model dan Border Tourism dan Low Cost Terminal.

Salah satu potensi wisata yang terus digarap oleh Kementerian Pariwisata adalah Crossborder. Hal ini dikarenakan jenis wisata ini memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan. Selain itu, wisata perbatasan menjadi jawaban ketika wisatawan menemui kesulitan dalam melakukan kegiatan wisata yang berada di dalam wilayah Indonesia.

"Kemenpar terus menggarap potensi perbatasan atau cross border. Implementasinya yakni melalui program Joint Promotion. Misalnya dengan penyedia transportasi (ferry dan bus), event crossborder, hot deals, destinasi digital, dan mobile positioning data (MPD). Seperti dengan Malaysia, Singapura, maupun Thailand," ujar Nia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya