Dukung Acara KBRI, Kemenpar Sukses Unjuk Gigi di Indonesia-Russia Business Forum

, Jurnalis
Jum'at 02 Agustus 2019 07:30 WIB
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar, Nia Niscaya (Foto: Kemenpar)
Share :

Nia yang hari itu menggunakan kerudung merah muda mengajak kepada semua investor maupun pengusaha untuk berinvestasi dan berkunjung ke Indonesia dengan mengunjungi destinasi-destinasi unggulan di tanah air. "Silahkan datang ke Indonesia, dan nikmati juga persembahan kami di Festival Wonderful Indonesia (FWI) pada tanggal 2-4 Agustus 2019 di Krasnaya Presnya Park. Bentuk partisipasi Kementerian Pariwisata berupa penyedian Paviliun Indonesia seluas 10 x 10 meter di depan main stage. Kemudian Hospitality Corner, berupa coffee/ mixologist corner yang akan menyajikan dan meracik kopi khas dari berbagai daerah di Indonesia. Silahkan hadir," kata Nia.

Selain itu akan juga ada pendistribusian bahan promosi Wonderful Indonesia kepada pengunjung melalui kuis dan information counter, serta photo booth/ Instagramable-Area. Kemenpar juga menghadirkan Tim Wonderful Indonesia yang terdiri dari barista, The Wonderful Indonesia Band, dan penari/ carnival dari Banyuwangi.

Dubes Indonesia untuk Rusia Mohammad Wahid Supriyadi mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang telah mendukung dan hadir di acara Forum Bisnis Indonesia-Rusia yang diprakarsai KBRI tersebut.

Selain menjadi pemantik pariwisata Indonesia, acara ini juga tujuannya untuk memfasilitasi komunikasi bisnis, jaringan, dan kesepakatan serta kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Rusia untuk sektor swasta dan pemerintah, termasuk yang dari Jakarta dan daerah-daerah seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, Aceh, Jawa Barat , Pulau Riau dan Sumatra Barat.

Beberapa peserta dari Rusia juga datang dari luar Moskow seperti Ivanovo dan Orel. Diadakan pada tanggal 1 Agustus 2019 di Ritz Carlton Hotel, forum ini menampilkan “Menuju Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia: Menjembatani Kerjasama yang Berbuah melalui Pariwisata, Perdagangan, dan Investasi” sebagai tema. Ini akan terdiri dari sesi pleno, empat sesi breakout dan pencocokan bisnis.

Empat sesi pembahasan akan mencakup infrastruktur dan energi, perdagangan bilateral, kolaborasi pariwisata, dan industri minyak sawit.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya