“Wisatawan bisa belajar banyak dari figur Laksamana Cheng Ho yang hebat. Selama pelayaran, Cheng Ho selalu menebarkan kebaikan. Mengajarkan kebersamaan dalam beragam latar belakang berbeda,” kata Menpar lagi.
Menghidupkan kembali memori, Laksamana Cheng Ho memulai ekspedisi pada 1405. Selama 28 tahun berlayar, Cheng Ho sudah tujuh kali melakukan ekspedisi internasional. Total sudah 37 negara yang sudah disambanginya. Zona ekspedisinya membentang dari Asia, Timur Tengah, hingga Afrika. Selama berada di nusantara, Cheng Ho mengenalkan teknologi dan menanamkan rasa persaudaraan yang kuat.
“Cheng Ho Festival Semarang ini sangat eksotis. Beragam seni budaya akan ditampilkan secara meriah. Jadi, pastikan evet besar ini tidak terlewatkan. Sebab, aksesibilitas menuju Semarang sagat mudah. Lalu amenitasnya juga sangat bagus di sana,” tutur Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuti.
Deputi Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani juga seirama. Menurutnya, Festival Cheng Ho adalah salah satu upaya melestarikan budaya tradisional daerah. "Ajang ini memiliki brand value dan nilai jual untuk pengembangan pariwisata, seni dan budaya," tuturnya.
"Ajang ini sebagai salah satu akulturasi budaya Jawa dengan Tiongkok. Festival Cheng Ho menjadi momen yang pas untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya persatuan Indonesia," timpal Asdep Pengembangan I Regional II Adella Raung.
(Risna Nur Rahayu)