Ia menambahkan, hingga saat ini semua siswi yang menjadi korban kekerasan seniornya diberikan toleransi untuk tidak mengikuti kegiatan sekolah.
Mereka "dirumahkan" untuk sementara sambil memulihkan mental akibat peristiwa yang menimpanya. Sementara 9 pelaku saat ini diskors selama sepekan hingga proses mediasi selesai.
"(Korban-red) masih dirumahkan. Tapi ada juga yang sudah memberanikan diri masuk sekolah karena merasa sudah aman, prosesnya terus berjalan. Kalau 9 siswi yang melakukannya, diskorsing seminggu ini," katanya.
Kegiatan belajar-mengajar siswa-siswi SMKN 7 dibagi pada 2 lokasi. Lokasi pertama di gedung yang baru dibangun di Jalan Cempaka, Rengas, Ciputat Timur. Ruangan kelas di gedung ini dijadikan tempat belajar bagi siswa kelas XII dan kelas X, kantor guru, hingga kantor kepala sekolah.
Lokasi kedua bertempat di Cirendeu, Ciputat Timur, yakni menumpang di ruangan kelas milik SMPN 2 Cirendeu. Di sana kegiatan dikhususkan bagi siswa kelas XII. Pembagian lokasi belajar itu disebabkan terbatasnya ruangan kelas yang ada.
(Erha Aprili Ramadhoni)