Baca juga: Kepala BNPB Sebut 200 Bangunan Rusak Akibat Gempa Banten, 2 Orang Meninggal
"Misalnya di Mentawai magnitudo 9.0 terus kami buat sebuah modeling kira-kira tsunaminya disitu tingginya berapa, waktu tibanya tsunami sampai ke Padang berapa termasuk di daerah yang lain misal di Selatan Jawa tentunya setiap modeling akan berbeda-beda," ungkapnya.
Disamping itu, pihaknya juga terus melakukan mitigasi dengan memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat di daerah-daerah kabupaten/kota khususnya wilayah yang rawan gempa dan tsunamai agar mampu mengantisipasi apabila gempa tersebut terjadi.
"Misalnya saat tsunami terjadi inilah waktu tiba tsunami di kabupaten bapak ibu waktu tibanya 20 menit misalnya. Sehingga waktu yang sisa itulah yang bisa dimanfatkan sebaik-baiknya untuk upaya mitigasi dengan melakukan evakuasi," tuturnya.
"Kami melalui program BMKG goes to school juga telah mendatangi masyarakat-masyarakat di daerah-daerah khususnya rawan gempa untuk mengedukasi masyarakat khususnya anak didik, anak sekolah untuk memahami ancaman gempa bumi tsunami dan upaya mitigasinya, apa-apa yang harus dilakukan sesaat, sebelum, dan sesudah gempa tsunami," sambung Rahmat.