WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (5/8) mengatakan "kebencian tidak memiliki tempat" di Amerika Serikat setelah dua penembakan massal menewaskan 29 orang.
Penembakan pertama terjadi di El Paso, Texas pada Sabtu di sebuah supermarket menewaskan 20 orang, dan sembilan lainnya tewas di luar bar di distrik kehidupan malam yang populer di Dayton, Ohio, hanya beberapa jam kemudian.
"Kebencian tidak punya tempat di negara kita," kata Trump, tetapi dia juga menyalahkan penyakit mental atas kekerasan, mengutip AFP, Senin (5/8/2019).
"Mereka benar-benar orang yang sakit mental serius," katanya, meskipun faktanya polisi belum mengonfirmasi hal ini.
"Kita harus menghentikannya. Ini sudah berlangsung bertahun-tahun ... dan bertahun-tahun di negara kita," lanjut Trump.