Warga Jadi Korban Penembakan Massal di Texas, Meksiko Ambil Tindakan Hukum

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Senin 05 Agustus 2019 10:33 WIB
Polisi menandai korban tewas penembakan massal di El Paso, Texas. Foto/AFP
Share :

MEXICO CITY - Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan bahwa Meksiko akan mengambil tindakan hukum demi melindungi warganya di Amerika Serikat, setelah penembakan di El Paso, Texas, Amerika Serikat (AS) yang menewaskan 20 orang, termasuk tiga orang Meksiko.

"Presiden telah menginstruksikan saya bahwa Meksiko akan mengambil tindakan hukum yang efisien, cepat, dan kuat untuk mengambil peran demi melindungi warga Meksiko di Amerika Serikat," kata Ebrard dalam video yang diposting di Twitter.

Baca juga: Tidak Ada WNI Jadi Korban dalam Penembakan Massal di Texas

Baca juga: Pelaku Penembakan Massal Texas Terinspirasi Serangan Masjid di Christchurch

Dia juga mengatakan jumlah warga Meksiko yang terluka dalam serangan itu meningkat menjadi sembilan orang.

Penembakan masssa di El Paso, Texas terjadi saat orang-orang sedang berbelanja di departemen Stroe Walmart pada Sabtu pagi waktu setempat. Pelaku dilaporkan seorang pria kulit putih bernama Patrick Crusius, 21 tahun.

Sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat mengunggah sebuah manifesto ke laman berbagi gambar, 8chan.

Penulis dokumen manifesto itu menyebut serangan di Walmart merupakan "respons terhadap invasi etnis Hispanik di Texas".

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya