MEXICO CITY - Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan bahwa Meksiko akan mengambil tindakan hukum demi melindungi warganya di Amerika Serikat, setelah penembakan di El Paso, Texas, Amerika Serikat (AS) yang menewaskan 20 orang, termasuk tiga orang Meksiko.
"Presiden telah menginstruksikan saya bahwa Meksiko akan mengambil tindakan hukum yang efisien, cepat, dan kuat untuk mengambil peran demi melindungi warga Meksiko di Amerika Serikat," kata Ebrard dalam video yang diposting di Twitter.
Baca juga: Tidak Ada WNI Jadi Korban dalam Penembakan Massal di Texas
Baca juga: Pelaku Penembakan Massal Texas Terinspirasi Serangan Masjid di Christchurch
Dia juga mengatakan jumlah warga Meksiko yang terluka dalam serangan itu meningkat menjadi sembilan orang.
Penembakan masssa di El Paso, Texas terjadi saat orang-orang sedang berbelanja di departemen Stroe Walmart pada Sabtu pagi waktu setempat. Pelaku dilaporkan seorang pria kulit putih bernama Patrick Crusius, 21 tahun.
Sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat mengunggah sebuah manifesto ke laman berbagi gambar, 8chan.
Penulis dokumen manifesto itu menyebut serangan di Walmart merupakan "respons terhadap invasi etnis Hispanik di Texas".
(Rachmat Fahzry)