JAMBI - Pembukaan jalan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 105 Kodim 0415/Batanghari di Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi bisa dinilai sukses dan berlangsung tidak ada kendala yang berarti.
Namun, siapa yang sangka dibalik pembukaan jalan sepanjang 3 kilometer dengan lebar 12 meter itu ada sejarah yang mengharukan. Betapa tidak, untuk membuka jalan penghubung antara RT 13 ke RT 17 itu, warga tidak menjual lahan yang dilintasinya.
Warga Ladang Peris justru sepakat untuk menghibahkan lahannya kepada pihak pemerintah setempat untuk dikerjakan melalui program TMMD.
Perihal ini diakui salah seorang warga Ladang Peris, Suroto. Menurutnya, semua itu atas permintaan masyarakat. "Tanah peruntukan jalan yang dikerjakan Satgas TMMD ini adalah hasil hibah masyarakat Ladang Peris semua," jelasnya.
"Alasan masyarakat simpel kok, mereka ingin mengeluarkan hasil bumi yang mereka tanam, seperti karet dan sawit sehingga dapat mempermudah akses produksi," tukas Suroto.
Dengan adanya jalan baru ini, sambungnya, bisa memperpendek waktu tempuh yang semula sekitar 7 kilometer, saat ini menjadi 3 kilometer. "Yang memilki kendaraan, menjadi makin irit BBM," ungkap Suroto.
Ini juga diamini Camat Bajubang, Ichwan yang melihat warganya begitu rela sebagian tanahnya dihibahkan untuk pelebaran jalan.
"Masyarakat rela dan sepakat menghibahkan tanahnya, karena mereka menilai dampak yang akan dirasakan sangat besar. Salah satunya dampak ekonomi bagi masyarakat setempat," tandasnya.