"Festival Budaya Lembah Baliem adalah salah satu festival budaya tertua di tanah Papua. Hingga kini pemerintah Jayawijata telah menyelenggarakan even ini yang ke-30 tahun. Lahirnya festival ini di aspirasi oleh kondisi nyata kehidupan dan budaya masyarakat pribumi di lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya," kata Bupati Banua.
Banua menambahkan, sejak dicetuskan pertama kali, FBLB telah memberikan dampak positif dalam membentuk pola pikir dan pola tindak masyarakat di Kabupaten Jayawijaya.
Karena sejak dulu perang suku tidak dapat dihilangkan dalam kebudayaan masyarakat lokal. Pemicunya adalah masalah masalah sosial. Maka dari itu untuk menghindari kontak fisik, pemerintah menyelenggarakan FBLB.
"Masyarakat kota Wamena dan sekitarnya semakin mengerti bahwa perang suku sesungguhnya sangat merugikan kehidupan sosial masyarakat lokal. Perang suku seharusnya dapat dilestarikan dengan cara yang berbeda serta memiliki nilai edukasi. Selain itu FBLB telah menjadi sarana untuk melindungi nilai nilai seni budaya masyarakat lokal dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari warisan budaya nusantara dalam multikulturisme bangsa Indonesia". jelas Banua
Faktor lain yang paling menonjol adalah keberadaaan festival ini semakin mendorong sektor pariwisata di Jayawijaya. Hal ini menjadikan pariwisata sebagai sektor utama pembangunan di Jayawijaya.
Hal ini dibuktikan dengan presentase kehadiran wisatawan yang tertarik mengunjungi Wamena. Baik itu satawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Terutama saat berlangsungnya FBLB.