JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Dhamantra. Politikus PDI Perjuangan itu terjaring dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus dugaan suap rencana impor bawang putih.
Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) meminta kepada KPK untuk membongkar secara menyeluruh tidak hanya kasus suapnya saja, tetapi juga sumber peraturan yang memberi peluang kepada para pihak untuk melakukan korupsi.
Baca juga: Politikus PDIP Kena OTT KPK, Djarot: Kalau Korupsi Dia Bukan Kader Kita
Anggota Dewan Pertimbangan Almisbat, Syaiful Bahari mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada KPK yang cepat tanggap membongkar kasus suap dan permainan kuota bawang putih sehingga konsumen dirugikan.
"Diharapkan kasus OTT ini bisa menjadi pintu masuk bagi KPK. Kami sudah lama mengingatkan dan mengeritik kebijakan dan praktek importasi bawang putih yang sebelum terjadinya OTT, karena sering menimbulkan gejolak harga di pasar dan konsumen," kata Syaiful dalam keterangannya, Kamis (8/8/2019).
Baca juga: KPK Duga Transaksi Suap Impor Bawang Putih Melalui Money Changer
Kata Syaiful, semakin peraturan diperketat maka peluang pengusaha untuk mendapatkan izin impor secara terbuka dan fair semakin kecil, dan akhirnya banyak importir mencari jalan tikus untuk bisa mendapatkan kuota termasuk menyuap para pejabat negara yang mempunyai akses langsung penerbitan izin Impor.
"Bawang Putih menjadi bancakan Nasional karena keuntungannya menggiurkan jadi banyak pengusaha tergiur bermain di bawang putih. Sebenarnya harga bawang putih yang sempat tembus Rp80 ribu per kilo jika dihitung dari modal impor sebesar Rp14 ribu dapat dijual di bawah Rp20 Ribu, tapi harga sengaja direkayasa Rp25 ribu sampai Rp35 ribu sehingga konsumen dipaksa membeli dengan harga tidak wajar," tegas Syaiful.
Selain itu, sambung Syaiful, hal ini juga bisa sebagai momentum bagi Pemerintahan Jokowi periode kedua untuk mencabut atau merevisi semua peraturan yang memberi ruang bagi suburnya praktek KKN, monopoli dan kartel.
"Kami Almisbat sudah melaporkan ke KPPU mengenai dugaan rekayasa harga dan kartel," pungkasnya.
Baca juga: Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP Kena OTT Suap Impor Bawang
Sebagaimana diketahui, KPK mengamankan anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Dhamantra. Politikus PDI Perjuangan itu terjaring dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus dugaan suap rencana impor bawang putih. Total ada 12 orang yang terciduk dalam operasi itu.
Mereka terdiri dari unsur pengusaha importir, sopir, orang kepercayaan anggota DPR RI dan anggota DPR Komisi VI. Saat ini mereka sedang diperiksa oleh penyidik.
(Awaludin)