DENPASAR - Kongres V Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Ketua DPP PDIP (domesioner) Djarot Saiful Hidayat mengatakan, dalam rapat di Komisi I yang membahas persoalan ideologi dan trisakti, misalnya, anggota Kongres membahas bagaimana menjadikan ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa. Artinya bagaimana membuat masyarakat Indonesia yang toleran.
"Salah satu tantangannya adalah tumbuhnya intoleransi, ujaran kebencian gara-gara pemilu, gara-gara pilkada," ujar Djarot di sela Kongres yang berlangsung di Hotel Grand Inna Bali Beach, Jumat (9/8/2019).
Sementara untuk mencegah penyebaran paham radikal, Djarot menuturkan agar ke depan Pancasila harus menjadi mata pelajaran sejak anak duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak Kanak (TK).
"Jangan ketika kecil sudah ditanamkan paham-paham yang bisa mengarah satu sama lain bisa membenci, saling berbeda satu sama lain. Memang kita berbeda, tapi kita satu tujuan, kita satu bangsa," paparnya.
Dikatakan Djarot, karena saat ini penyebaran paham radikal yang mengarah ekstrimisme sudah mengarah ke semua institusi seperti TNI, Polri, BUMN, BUMD, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) maka bagi mereka yang menawarkan paham radikal harus ditindak tegas. "