Mark menuturkan, kongres ke-5 Diaspora Indonesia ini salah satunya memberi perhatian untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tersebar di berbagai belahan dunia. PMI disebut memiliki kontribusi besar bagi pembangunan karena memberi remitansi atau transfer uang cukup besar untuk Indonesia.
"Berbicara kontribusi terbesar saat ini untuk Indonesia adalah remitansi. Maka itu perkenankan saya saat ini mengajak peserta untuk bangkit berdiri dan memberi (apresiasi) kepada para pahlawan devisa Indonesia, yaitu PMI atas kontribusinya kepada Indonesia melalui remitansi yang mencapai 8,8 miliar dollar AS sepanjang tahun ini," tutur Mark.
Mark menuturkan, potensi terbesar diaspora Indonesia adalah human capital. Jika para diaspora bisa begerak bersama maka bukan tidak mungkin pada 2045 Indonesia akan menjadi negara maju dan berjaya, khususnya di era high technology seperti ini.
"Kami membayangkan seandainya diaspora dapat bergerak dan bekerja bersama maka diaspora akan menjadi kejuatan luar biasa untuk membangun Indonesia menjadi negara maju. Sehingga 2045 bukan menjadi impian, tapi tujuan bersama," ucap Mark.
(Salman Mardira)