Gubernur Kalbar Panggil 94 Perusahaan Sawit Terkait Karhutla, 6 Langsung Disegel

Dina Prihatini, Jurnalis
Senin 12 Agustus 2019 14:38 WIB
Ilustrasi
Share :

PONTIANAK - Berdasarkan pengolahan data satelit yang di-update pada 12 Agustus, BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak melansir informasi peta sebaran hotspot Kalimantan Barat (Kalbar) sebanyak 1.124 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah di Kalbar.

Terkait akan hal itu, sebanyak 94 perusahaan sawit yang terindikasi melakukan pembakaran hutan dipanggil Gubernur Kalbar, Sutarmidji. Mereka diduga menjadi penyebab maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.

"Sebanyak 94 perusahaan ini terdiri dari 56 perkebunan, 38 Hutan Tanam Industri. Mereka kita panggil karena di sekitar kawasan konsesi yang mereka kelola terdapat titik api. Kalau perlu cabut izinnya. Kita serius dalam hal ini. Kita tidak main-main. Dan saya minta mereka punya komitmen untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan," ungkapnya di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin (12/8/2019).

Ia menegaskan pihaknya akan memanggil sejumlah perusahaan yang terindikasi membakar lahan berdasarkan pantauan titik panas dari satelit Lapan beberapa waktu lalu.

"Awalnya, ada 10 perusahaan yang akan dipanggil, namun kemungkinan jumlahnya akan bertambah, sehingga hari ini dilakukan pemanggilan terhadap sejumlah perusahaan tersebut," tuturnya.

Baca Juga: Ketika Umat Muslim di Pontianak Salat Idul Adha Diselimuti Kabut Asap

Mantan Walikota Pontianak dua periode ini akan meminta penanggung jawab perusahaan yang datang agar perusahaan yang terindikasi membakar lahannya bisa langsung mengambil tindakan.

"Hari ini seluruhnya, yang datang kita beri peringatan yang tak datang saya minta proses langsung. Semua yang paling banyak titik api di lahan dia, tindak secara hukum, baik pidana maupun perdata," paparnya.

Baca Juga: Titik Api di Kalimantan Barat Tertinggi, Namun Tak Sampai "Ekspor Asap"

Bang Midji kembali menegaskan jika per hari ini sebanyak 6 perusahaan yang telah dilaporkan oleh pihak terkait terindikasi membakar lahan akan disegel. "Kita lihat progresnya, saya minta seluruh perusahaan menyediakan pemadam kebakaran. Harus diaudit dan audit saya tugaskan dari LH. Kalau nanti sewaktu waktu saya akan kunjungi perusahaan secara aca," tuturnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji bersama Dirjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar rapat kordinasi penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), selain dihadiri oleh perwakilan perusahaan juga dihadiri seluruh stakeholder yang ada.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya