Bengkulu Dikepung Segmen Megathrust
Bengkulu suatu daerah dengan tatanan tektonik atau lempeng luas yang memiliki mekanisme pergerakan rata-rata sesar naik. Sehingga provinsi yang dihuni tidak kurang dari 1,9 juta ini sering di landa banyak gempa besar dengan kedalam dangkal.
Merujuk peta sumber dan bahaya gempa Indonesia tahun 2017, khusus Bengkulu setidaknya terdapat dua segmen subduksi. Megathrust Mentawai-Pagai dan megathrust Enggano, namanya.
Dua segmen tersebut menjadi generator utama untuk gempa-gempa megathrust di wilayah Bengkulu. Di mana setiap segmen memiliki potensi kekuatan gempa maksimum yang berbeda. Pada segmen megathrust Mentawai-Pagai, kekuatan maksimum gempa wilayah ini mencapai M=8.9. Sementara pada segmen Enggano kekuatan maksimum-nya sedikit lebih kecil, M=8.4.
''Bengkulu sering di landa gempa karena terdapat dua segmen subduksi megathrust,'' kata PMG Ahli Muda Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Sabar Ardiansyah.
Catatan Gempa Besar di Bengkulu
Bengkulu sempat di landa gempa berkekuatan dahsyat. Pada Minggu 4 Juni 2000, dengan kekuatan Mw=7,9. Kemudian, pada Rabu 12 September 2007, dengan kekuatan Mw=8,4. Dua gempa besar tersebut berlokasi relatif berdekatan.
Namun, pada dasar gempa itu dibangkitkan segmen megathrust yang berbeda. Di mana gempa pada Minggu 4 Juni 2000, disebabkan megathrust Enggano. Sementara gempa pada Rabu 12 September 2007 dibangkitkan megathrust Mentawai-Pagai.
Segmen Enggano, sampai Sabar, sejak tahun 2000 hingga 2019 belum ada gempa besar M>7,0 yang terjadi pada segmen tersebut. Meskpun demikian, aktivitas segmen Enggano tetap tinggi. Buktinya, adanya rekaman gempa-gempa kecil yang tercatat di BMKG Kepahiang. Sehingga segmen ini terus melepaskan energi sepanjang waktu dalam bentuk gempa-gempa kecil.
Sementara pada segmen megathrust Mentawai-Pagai, sambung Sabar, selain gempa pada Rabu 12 September 2007, gempa besar terakhir terjadi pada Senin 25 Oktober 2010, dengan kekuatan Mw=7,7. Gempa ini diikuti gelombang tsunami dan menelan banyak korban jiwa.
''Secara langsung gempa 2010, memang tidak berdampak pada daerah Bengkulu. Namun getaran gempa dirasakan cukup kuat di beberapa daerah seperti Mukomuko, Bengkulu Utara dan Kota Bengkulu,'' sampai Sabar.
Berdasarkan catatan sejarah gempa di masa lalu, zona megathrust Mentawai-Pagai pernah mencatat sejarah kelam dengan terjadi gempa dahsyat pada tahun 1883, dengan kekuatan M=9,0.
Dampaknya, tidak hanya sekitar wilayah Sumatera Barat, melainkan wilayah lain ikut terdampak. Seperti, Bengkulu. Dampak gempa tersebut menimbulkan gelombang tsunami di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia''.
Sabar menyampaikan, akhir-akhir ini segmen Mentawai-Pagai kembali menunjukkan eksistensinya. Pada Sabtu 2 Februari 2019, terjadi gempa dengan kekuatan M=6,1 pada bagian paling utara segmen ini.
Intensitas gempa maksimum mencapai IV-V MMI dirasakan di Mentawai. Intensitas IV-V MMI ini berpotensi mengakibatkan kerusakan pada perabot rumah tangga. Frekuansi gempa susulannya pun cukup tinggi, dalam tiga hari gempa susulan mencapai 116 kali.
''Gempa itu dirasakan di beberapa tempat di Provinsi Bengkulu. Seperti Mukomuko, Kota Bengkulu bahkan hingga ke Kabupaten Kepahiang,'' sampai Sabar.