BANJAR - Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan memiliki panorama alam yang potensial jadi buruan wisatawan. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan kekagumannya saat bertandang di Bumi Barakat ini. Menpar mengunjungi salah satu destinasi Banjar yakni Ecowisata Mandiangin Tahura Sultan Adam.
Kunjungan Menpar didampingi sejumlah pejabat teras daerah. Di antaranya Asisten Bidang Ekobang I Gusti Nyoman Yudiana, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Haris Rifani, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) HM Farid Soufian, Kepala Disperindag I Gusti Made Suryawati, dan Kepala Satpol PP HM Ali Hanafiah.
Di sini, Menpar Arief Yahya melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pendopo Wisata. Selain itu, Menpar juga melakukan pelepasan satwa-satwa liar. Menpar Arief Yahya mengatakan, Banjar memiliki objek wisata yang prospektif. Apalagi jika dikemas lebih komprehensif lagi, seperti memperkuat sentuhan alam berupa penghijauan.
"Suasana hijau memegang andil besar terhadap eksistensi objek wisata. Kita taruhan saja, itu (penghijauan) modal besar pariwisata. Pohon-pohon akan lebih menghasilkan, menyejahterakan dipandang ketimbang ditebang," ujar Menpar Arief Yahya.
Setelah itu, Menpar mengunjungi Pesanggrahan Belanda. Yaitu tempat peristirahatan di puncak Pegunungan Meratus sejak zaman Belanda dulu, yang memiliki pemandangan yang spektakuler. Pegunungan Meratus sendiri sudah menjadi Geopark Nasional sejak 30 November 2018, dan sedang dalam proses pengajuan UNESCO Global Geopark (UGG).