“Setiap pemeriksaan dan teknis pengawasan kepabeanan dan cukai dilakukan dengan lancar dan teroganisir,”ucapnya.
Ia menyadari bahwa di bandara internasional yang baru dioperasikan ini, fasilitas yang ada masih terbatas. Namun hal tersebut tidak menjadi halangan untuk pihaknya bekerja secara optimal.
“Meski sarana dan prasarana, seperti mesin x-ray dan narcotest masih harus dimaksimalkan, kami tetap harus bekerja sebaik mungkin sesuai dengan tugas dan tanggung jawab, karena kita tahu mendapatkan label internasional itu sangat sulit izin. Pemerintah Daerah sudah berjuang mati-matian untuk mendapatkan dan mempertahankan izin bandara internasional, maka sebagai Bea Cukai kami harus membantu dengan melakukan pelayanan dan pengawasan yang baik,” tegas Kitri.
(Fahmi Firdaus )