Jika tidak mengenali budaya-budaya di sana, ia menyebutkan kalau TNI dan Polri akan memperkeruh keadaan di sana. Bahkan, Pater menyebutkan pasukan itu tidak mengenali antara anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan warga sipil sesungguhnya.
"Jadi sayangnya, TNI diutus ke Papua enggak bisa bedain mana OPM dan warga sipil, enggak tahu budaya lokal juga. Ini catatan kira-kira apa yang diinginkan masyarakat. Jadi kami meminta TNI ditarik," ungkapnya.
Baca juga: Polisi-TNI Diberondong Peluru saat Olah TKP Penembakan Briptu Hedar
Pater pun menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dan Polri mempengaruhi warga Nduga untuk menolak bantuan yang dibawa oleh pasukan itu. Masyarakat di sana memilih untuk menolak bantuan sosial dari pihak yang terlibat di dalam konflik tersebut.
"Sehingga apabila ada bantuan yang melibatkan pihak-pihak yang terlibat konflik mengakibatkan kematian dan pengungsian karena bantuan itu ditolak," tutup Pater.
(Awaludin)