Rizki mengatakan, ITTT Kuala Lumpur diharapkan bisa menghasilkan transaksi dan penjualan paket wisata Indonesia. Serta memberikan update tentang destinasi pariwisata Indonesia kepada warganegara Malaysia.
“Diharapkan juga melalui pertemuan B2B ini kerja sama bisnis dapat dibangun untuk meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan dari Malaysia ke Indonesia, serta memperkuat kerjasama bilateral antara kedua negara,” sambung wanita berhijab itu.
Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan Malaysia adalah pasar yang sangat potensial buat Indonesia.
“Oleh karena itu, kita terus menggarapnya Malaysia. Apalagi, kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Indonesia sangat tinggi. Kedekatan menjadi salah satu faktornya. Namun, kita harus terus mengupdate informasi mengenai destinasi kita,” ujarnya.
Mantan Dirut PT Telkom itu menambahkan, hal ini dilakukan sebagai bagian untuk mencapai target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20 juta wisman tahun 2019.
(Fahmi Firdaus )