Kapolri mengatakan, setelah mendapatkan pemahaman terkait jihad, tersangka kemudian berusaha untuk mencari sasaran dan menjadikan kepolisian sebagai target. "Polisi dianggap thogut karena bagi mereka, polisi selain thogut dianggap kafir harbi karena sering melakukan penegakan hukum kepada mereka sehingga bagi dia, melakukan serangan kepada kepolisian bisa dapat pahala menurut versi yang bersangkutan," tuturnya.
Polisi lantas bergerak cepat melumpuhkan pelaku dengan ditembak di tempat. "Sekarang yang bersangkutan ditembak di tempat, tapi tidak di bagian mematikan," katanya.
Sementara itu, Aiptu Agus Sumarsono, petugas piket di Mapolsek Wonokromo, yang mengalami serangan oleh tersangka teror berinisial IM, 30, pada Sabtu, 17 Agustus 2019 petang, langsung mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Polri.
"Saya sudah menyampaikan untuk berikan kenaikan pangkat luar biasa kepada anggota terluka," ujar Kapolri.
(Khafid Mardiyansyah)